1.056 Pelanggar Prokes Disidang, Dua Minggu ini Turun

357
Para pelanggar protokol kesehatan di 18 kecamatan di Sidoarjo dikumpulkan dan disidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Indoor Tennis Komplek GOR Sidoarjo, Jalan Pahlawan/foto/kom-istimewa)

Sidoarjo-Pijaronline.net-Melanggar protokol kesehatan (prokes), 1.056 warga Sidoarjo dirazia dan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Tennis Indoor kompleks GOR Sidoarjo, Kamis (5/11).

Mereka terjaring razia dalam operasi yustisi petugas gabungan Satpol PP, Polri dan TNI di 18 Kecamatan di Sidoarjo selama dua minggu lalu.

“Jumlah pelanggar, 1.056 tersebut merupakan hasil razia selama dua minggu. Sebenarnya sidang pada Kamis lalu tapi ditiadakan karena libur bersama,” kata Kasatpol PP Sidoarjo, Widyantoro Basuki.

“Bila di-rata-rata jumlah pelanggar menurun. Sebelumnya, dalam seminggu ada 800 pelanggar. Kali ini hanya 500-an pelanggar. Meski demikian, kami tidak kendor. Terus razia yustisi prokes. Tujuannya supaya warga sadar prokes dan memutus sebaran covid-19,” jelas Wiwid panggilan akrab Widyantoro.

Wiwid menambahkan, kali ini denda yag harus dibayar pelanggar Rp 100 ribu. “Besaran denda merupakan wewenang mutlak hakim. Dana yang terkumpul kemudian dimasukkan ke kas daerah Sidoarjo,” imbuh Wiwid.

Sementara itu, PJ Bupati Sidoarjo Hudiyono menerangkan, bukan hanya warga yang tidak memakai masker yang ditindak,namun ada juga pemilik usaha makanan yang tidak menyediakan tempat untuk mencuci tangan.

“Saat ini, Sidoarjo menuju Zona kuning. Kurang sedikit lagi. Kurang 0,1. Beberapa daerah seperti Waru yang pernah menjadi kluster penyebaran, saat ini sudah zona hijau. Kami berharap disiplin masyarakat terus meningkat agar Sidoarjo bisa meraih zona hijau,” tutur Hudiyono.

Lebih lanjut, Hudiyono mengatakan di era new normal, warga harus disiplin mematuhi prokes dan ini mutlak. “Bila sebaran Covid bisa diatasi, maka ekonomi akan bangkit,” katanya. (ruf/kom)