Arla Indofood Kembangbiakan Sapi Perah Berkualitas Tinggi

630
Managing Director PT Arla Indofood Ciptadi Sukono dan Kabid Kesmavet Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Juliani Poliswari. (Foto: Dok Arla Indofood)

Pasuruan, Pijaronline.net – PT Arla Indofood, perusahaan patungan antara Indofood dan ArlaFoods, hari ini secara resmi melepas ke pasaran sapi perah berkualitas tinggi. Arla Indofood adalah perusahaan susu internasional dan penghasil susu organik terbesar di dunia asal Denmark.

Pelepasan sapi dilakukan dari Pusat Pembesaran Pedet (Calf Rearing Center), yang dikembangkan bekerja sama dengan Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan dan PT Indolakto, di Pasuruan.

Bermitra dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan para pemangku kepentingan utama lainnya, PT Arla Indofood mengembangkan peternakan sapi perah lokal dengan praktik pengembangbiakan pedet yang baik (good rearing practice) dan berkelanjutan di Pasuruan. Ini bertujuan untuk membantu para peternak lokal dalam penyediaan sapi perah yang berkualitas.

Industri persusuan Indonesia menghadapi tantangan besar. Produksi susu nasional saat ini masih tergolong rendah. Hanya menghasilkan 900.000 ton susu per tahun. Produksi ini hanya memenuhi kurang dari seperlima permintaan nasional yang sebenarnya meningkat setiap tahunnya.

Populasi sapi perah yang hanya mengandalkan kelahiran alami menjadi salah satu penyebab produksi susu nasional tumbuh tipis .Tantangan ini tak pelak menjadikan kualitas dan kuantitas susu sapi lokal masih di bawah standar.

“Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam membantu menjawab tantangan industri susu nasional, PT Arla Indofood mengembangkan peternakan sapi perah lokal yang berkelanjutan,” kata Managing Director PT Arla Indofood Ciptadi Sukono dalam rilis yang diterima Selasa (17/12).

Langkah ini untuk membantu pemerintah memenuhi 60 persen target permintaan susu nasional di 2025. Pihaknya berharap dengan adanya inisitiaf ini para peternak lokal dapat terbantu untuk memiliki sapi perah yang berkualitas. Ini untuk  menggantikan sapi-sapi mereka yang sudah mulai tidak produktif, dengan harga yang terjangkau.

“Kami yakin dengan adanya Pusat Pembesar Pedet ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi peternak di sekitar lokasi. Selain itu, menjadi contoh untuk pembuatan modul praktik pengembangbiakan pedet yang baik dan diimplementasikan oleh koperasi-koperasi lain atau peternak lokal lainnya,” imbuh Ciptadi.

Pusat Pembesar Pedet yang dirintis sejak 2018 ini mengembangbiakan 60 pedet setiap tahunnya. 25 di antaranya saat ini siap dipasarkan. Perkembangan pedet ini sangat baik dengan pertambahan berat rata-rata lebih dari 0,5 kg per hari sejak masih pedet pada saat awal. Rata-rata berat badan sapi telah mencapai 285-300 kg pada usia 12 bulan.

Sebanyak 50 peternak sapi perah pun telah dilatih tentang praktik pengembangbiakan pedet yang baik. Hal ini sebagai bagian dari upaya PT Arla Indofood dalam mentransfer keahliannya dalam bidang usaha susu internasional ke industri susu lokal.(dan)