Business Matching Perdana Ika Unair Sidoarjo di Kawasan Industri Rungkut

90
Kunjungan anggota Ika Unair Sidoarjo di PT. Dimas Reiza Perwira.

Surabaya, PijarOnline.net – Sebanyak 20 anggota Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika Unair) Sidoarjo melakukan Business Matching perdana, Kamis (7/9). Kegiatan ini untuk menggali potensi para alumni, sekaligus menjajaki peluang bekerja sama.

Business Matching kali ini dilakukan ke  PT. Dimas Reiza Perwira, di Jalan Rungkut Industri III No.34, Surabaya. Kunjungan ke produsen aneka produk ikan beku ini dilakukan untuk membuka peluang kerja sama dengan para peserta Business Matching yang sebagian besar adalah para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini.

Kehadiran mereka ini dipimpin langsung oleh Ketua Ika Unair Sidoarjo Abdullah Khizam. Para peserta diterima oleh Direktur Utama PT. Dimas Reiza Perwira Bambang Kusdiono dan Komisarisnya, Andana Arifianto. Kebetulan, Andana Arifianto juga merupakan salah satu alumnus Unair.

PT. Dimas Reiza Perwira berfokus pada produk ikan laut. Baik berupa fillet, portion, dan sebagainya. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2010 ini memiliki pengalaman untuk memenuhi kebutuhan ekspor maupun lokal.

“Kenapa kami ajak langsung supaya tahu bagaimana produknya dan prosesnya. Teman-teman yang punya usaha  bisa scale up dan bisa mempergunakan produk samping yang dihasilkan oleh perusahaan kami,” ungkap Dirut PT. Dimas Reiza Perwira Bambang Kusdiono.

Sementara, Komisaris PT. Dimas Reiza Perwira Andana Arifianto membuka peluang kepada para peserta Business Matching ini. Ia membuka pintu seluasnya kepada alumni Ika Unair Sidoarjo untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaannya.

Para peserta Business Matching kemudian diajak berkeliling di dalam perusahan. Mereka melihat secara langsung pekerja melakukan fillet ikan, pembersihan, packaging, hingga proses pembekukan sebelum dikirimkan ke buyer.

Dalam sehari, perusahaan ini bisa memproses ikan patin atau dori sebanyak 5-6 ton. Perusahaan pengolahan ikan ini sudah mengekspor berbagai produk ikan laut ke beberapa negara. Di antaranya ke Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea.

Setiap harinya mampu memproduksi bandeng tanpa duri sebanyak 1 ton, ikan bandeng umpan 15-20 ton per hari. Sedangkan tiap bulannya sanggup mengekspor 7-15 kontainer atau setara 175 hingga 350 ton.(zki)