Istri Bupati Sidoarjo Bantu 200 Paket Sembako di Krian

296
Istri Bupati Sidoarjo, Sa'adah (Ning Sasha) Muhdlor Ali dan istri wakil bupati, dr Sriatun ketika menyerahkan bantuan sembako kepada Mbah Bandrio, warga Kraton, Krian/foto/istimewa-ins.

Sidoarjo-Pijaronline.net– Istri Bupati Sidoarjo, Sa’adah (Ning Sasha) Muhdlor Ali blusukan ke desa-desa untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19. Sabtu (21/8), dia ditemani Ny Sriatun, istri Wakil Bupati Subandi mengunjungi rumah Mbah Bandrio, 70 tahun, warga Desa Kraton, Kecamatan Krian.

“Mbah, ini ada tamu dari kabupaten, Ibu Sa’adah istrinya Bupati Sidoarjo dengan Ibu Sriatun, istri Wakil Bupati,” terang perangkat desa ketika mengantar rombongan istri bupati berkunjung ke rumah Mbah Bandrio.

“Mbah Sehat? Mbah mohon diterima bantuan sembakonya, mohon maaaf jumlahnya tidak banyak, semoga bisa membantu” sapa Ning Sasha. ”Iya, terima kasih banyak ibu,” jawab Mbah Bandrio.

Rumah Mbah Bandrio sangat sederhana. Dia tak menyangka rumahnya dikunjungi istri orang nomor satu dan dua di Sidoarjo dan memberikan bantuan paket sembako.

Tak hanya rumah Mbah Bandrio, Sasha dan Sriatun juga berkunjung ke sejumlah rumah warga. Pemda tidak hanya memberikan bantuan tapi seharusnya turun langsung menyapa dan menyambangi warga di era pandemi.

“Kami ingin masyarakat merasakan pemerintah hadir ditengah musibah pandemic Covid-19 ini,” kata Sasha.

Sejak PPKM, TP PKK yang diketuai Sasha aktif menggalang bantuan untuk disalurkan kepada warga kurang mamputerdampak pandemi. Gerakan ini awalnya hanya mentarget 500 paket sembako dari para stakeholder.

“Di luar dugaan, bantuan bisa terkumpul 2.000 paket. Bantuan hari ini selain Desa Kraton, kami juga menyalurkan ke Desa Sidorejo, Jatikalang, dan Gamping. Masing-masing desa 50 paket,“ ucapnya.

Sebelumnya, pada Kamis (19/8), Sasha dan Sriatun mengunjungi warga Dusun Pucukan, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Mereka membagikan sembako dan vaksinasi.

Mereka menuju lokasi naik perahu menyusuri sungai dari dermaga sungai Bluru. Mulai pukul 07.00 dan tiba di dusun Pucukan satu jam kemudian. Mereka disambut para tokoh masyarakat. Kemudian acara penyuluhan. Selanjutnya warga tidak mampu menerima bantuan paket sembako.

“Kunjungan seperti ini rutin kami (TP-PKK) lakukan. Kami membagikan sembako kepada keluarga kurang mampu terdampak pandemi Covid-19,” kata Sasha. (ruf/ins)