Khofifah Minta OPD Respon Cepat Tanggap Bencana

319
Gubernur Khofifah meminta instansi vertikal untuk terus berkoordinasi dan menyiapkan penanganan kebencanaan dengan cepat. (Foto: kominfo.jatimprov.go.id)

Surabaya, Pijaronline.net – Beberapa daerah di Jawa Timur rawan bencana banjir dan longsor. Terutama saat musim penghujan saat ini. Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tetap memantau perkembangan kondisi alam serta meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemprov Jawa Timur untuk cepat tanggap dan respon atasi  bencana. Hal ini diungkapkan Khofifah saat melaksanakan ibadah umrah di Madinah.

Orang nomor satu di Jawa Timur ini juga meminta kepada Wagub Emil Elestianto Dardak bersama jajaran terkait dan instansi vertikal lainnya untuk terus berkoordinasi dan menyiapkan penanganan kebencanaan dengan cepat. Menurutnya, kesiapsiagaan dan kecepatan penanganan kebencanaan ini tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat.

“Saya harap Pak Wagub bisa memimpin langsung untuk mengantisipasi segala hal yang bisa dilakukan untuk penanganan kebencanaan,” harap Khofifah, Kamis (2/1).

Lebih lanjut dijelaskan, Pemprov Jawa Timur juga telah menyiapkan beberapa peralatan penanggulangan bencana, mobil tanggap darurat, dapur umum, tim medis, hingga kesiapan anggota tim tagana.

“Saya telah meminta kepada OPD terkait untuk segera mengambil langkah cepat  untuk  mengatasi segala hal yang disebabkan akibat   bencana dengan menyiagakan tim  selama 24 jam penuh,” ungkap Khofifah dalam pesannya di sela-sela melaksanakan ibadah umrah.

Menurutnya, hal ini penting, mengingat kondisi cuaca yang ekstrem. Terutama curah hujan tinggi serta angin kencang. Beberapa daerah di Jawa Timur  berpotensi banjir dan  rawan  longsor.

Khofifah mengatakan, OPD yang sangat berperan langsung dalam hal tanggap bencana yaitu BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan Dinas PU. Sedangkan, intansi lain yang juga terkait, yakni TNI, Polri, SAR, PMI, Basarnas, serta Kementerian PU yang ada di wilayah Jawa Timur, serta segenap relawan kebencanaan .

“Meskipun saat ini masih dalam suasana libur Tahun Baru, saya minta semua OPD di lingkup Pemprov Jawa Timur maupun instansi terkait tetap siaga. Segera menyiapkan antisipasi jika ada daerah-daerah yang terdeteksi rawan terjadi bencana,” ungkapnya.

Selain itu, Khofifah juga mengimbau agar para bupati dan walikota beserta perangkat daerahnya untuk terus memantau kondisi daerahnya masing-masing. Apalagi, berdasarkan prediksi dari BMKG, hujan lebat akan terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur  hingga tanggal 7 Januari 2020.

“Saya harap para bupati dan walikota terus memantau dan mewaspadai kondisi alam di daerahnya atas adanya fenomena cuaca ekstrim ini. Hal ini penting dilakukan, karena langkah-langkah antisipasi dan penanganan ini membutuhkan koordinasi dan sinergi dari semua pihak,” tutupnya.

Informasi yang diperoleh dari BPBD Jawa Timur, akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (31/12) lalu, telah menyebabkan banjir maupun longsor di sejumlah wilayah. Di antaranya banjir yang terjadi di wilayah Jember, tanah longsor dan banjir di Kabupaten Blitar, serta pohon tumbang akibat angin kencang di Tuban.(dan)