Konvoi Harley dan Dodge, Bagi 250 Sembako dan Uang Santunan

302
Tim relawan DNY Skincare ketika ditribusi 250 sembako dan uang santunan untuk empat desa di Kecamatan Sawahan, Madiun/photo/ronydozer-dny

Lagi, Baksos DNY Skincare  untuk Dhuafa dan Disabilitas di Era Pandemi

Meski masa pandemi, bersedekah tiada henti. DNY Skincare kembali menggelar bakti sosial (baksos) untuk warga disabilitas dan dhuafa. Kali ini, sebanyak 250 paket sembako dan uang santunan didrop untuk warga di empat desa di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/11). Yakni, Desa Rejosari, Lebakayu, Krokeh, dan Pucangrejo.  Acara baksos itu sendiri dipusatkan di Pendopo atau Balai Desa  Pucangrejo. Berikut laporannya.

 Oleh: Mochamad Makruf *

SEKITAR  pukul 10.00 WIB, sebagian tim DNY Skincare berkumpul di depan Hotel The Sun, Komplek  Sun City Mall, Jalan S Parman No.8, Kota Madiun. Mereka menunggu tim pecinta motor dan mobil tua yang akan konvoi ke lokasi acara baksos DNY Skincare di Desa Pucangrejo.

Mobil tua dodge dan motor Harley siap konvoi di baksos DNY Skincare/photo/rony-dny

Tim DNY Skincare sendiri memiliki tiga mobil offroad-nya, Jeep Rubicon, Land Cruiser dan Hi-Lux.  Yang semuanya bercat merah ada tulisan DNY Skincare. Mobil-mobil itu beroda besar.  Khusus mengangkut sembako.  Tak hanya di medan landai tapi medan terjal.

Mengapa acara baksos DNY  melibatkan pecinta motor dan mobil tua?  “Acara baksos ini digelar untuk memperingati 100 hari H Pandji Santoso. Almarhum adalah kerabat  kami.  Almarhum pecinta motor Harley Davidson. Karena itu kami ingin melibatkan pecinta motor tua dan Harley untuk event ini” kata Pak Trimunas Prijanto, suami Bunda Deny Rachmawati, Fouder dan Owner DNY Skincare.

Tak lama kemudian,  rombongan motor dan mobil tua tiba di lokasi.  Terlihat ada motor antara lain  Harley Davidson, BS, dan Norton.  Ada yang buatan tahun 1946 dan 1956.  Sedangkan,  mobil tua ada dua, mereknya Dodge.

Sekitar pukul 10.30 WIB, dengan dikawal mobil patroli polisi, rombongan motor dan mobil tua mulai meluncur ke lokasi.  Totalnya ada sekitar 15 motor dan tujuh  mobil.

Di lokasi sendiri sudah siap dibuka acara pengobatan dengan  tiga dokter DNY dan pembagian  paket sembako dan uang santunan. Namun, acara dibuka menunggu rombongan motor dan mobil tiba di lokasi yang dikomandani Pak Munas, panggilan Trimunas Prijanto.

Perjalanan konvoi ke Desa Pucangrejo lancar. Sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan tiba di lokasi. Warga empat desa juga sudah memenuhi kursi-kursi di tenda undangan. Suasana sangat ramai.

Menariknya, dalam event itu, DNY melakukan pelayanan full service kepada warga dhuafa dan disabilitas. DNY menyediakan dua mobil untuk antar jemput warga ke lokasi acara dan pulang.

Mobil tua dodge meski tua menampilkan keindahan tersendiri/photo/rony-dny

Acara dibuka dengan pertunjukan pencak silat oleh tiga remaja putri. Gerakannya cukup rancak dan indah. Menghibur di tengah panas yang terik.  Dan,  ternyata desa Pucangrejo memiliki potensi atlet-atlet pencak silat  Buktinya, di salah satu dinding kantor balai desa tertulis potensi tersebut.

Setelah pencak silat, acara disusul dengan sambutan-sambutan. Mulai para muspika  camat, kapolsek dan koramil, istri almarhum H Pandji Santoso, dan pihak DNY sendiri yang diwakili Pak Trimunas.

“Saya tidak menyangka peringatan 100 hari almarhum suami saya diperingati dengan acara bakti sosial. Saya terharu dan mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada DNY Skincare,” kata istri almarhum Bapak Pandji Santoso.

Trimunas mewakili DNY Skincare lantas menyampaikan sambutannya. ”Merupakan kewajiban DNY Skincare untuk terus berbagi kepada sesama. Warga disabilitas dan dhuafa. Harta hanya titipan. Kami kebetulan ada rezeki berlebih dan harus berbagi. Do’a kan DNY Skincare sukses dan lancar. Kami pun bisa berbagi terus,” jelasnya.

Lima warga desa ke depan untuk menerima bantuan simbolis dari DNY Skincare. Terdiri tiga perempuan dan dua lelaki. Usianya sudah tua, di atas 70 tahun. Seorang di antaranya memakai kursi roda.

Para muspika bergiliran memberikan bantuan paket sembako dan uang santunan kepada kepada lima warga. Disusul kemudian Pak Trimunas. ”Ibu mohon diterima bantuannya. Semoga bermanfaat,”ujarnya. Kemudian para peserta konvoi motor dan mobil tua juga diberi kesempatan memberikan paket sembako dan uang santunan dari DNY itu kepada warga.

Konvoi motor tua dan Harley menuju lokasi baksos DNY Skincare/photo/rony-dny

Ada seorang wanita tua, satu dari lima  perwakilan warga, yang disabilitas. Nenek ini berada di  kursi roda. Bunda Deny memperhatikannya dan ibah. Dia mendekati si nenek dan merangkulnya.

”Ibu semoga bantuan kami bisa bermanfaat. Do’a kan DNY lancar ya bu,” katanya lirih kepada si nenek. ”Inggih, matur nuwun (iya,terima kasih),” balas si nenek.

Usai menerima bantuan, kursi roda si nenek didorong kerabatnya ke tenda depan pendopo.  Dia menunggu diantar pulang oleh mobil daihatsu DNY-SR (Sedekah Rombongan). Tak lama, mobil datang dan mengangkutnya pulang bersama warga lainnya.

Selanjutnya, warga bergiliran menerima paket sembako dan uang santunan.  Setelah itu, warga juga mendaftar untuk pengobatan gratis. Ada tiga dokter DNY yang siap melayani warga, dr Berlian,  dr Hananto,  dan dr Conny. Warga yang mau berobat diberi nomor antrian.

Warga dipanggil satu per satu untuk berobat. Warga yang namanya dipanggil langsung ke depan dan  menemui dokter. Mereka lantas  mengatakan keluhan sakitnya. Dokter memeriksanya dengan stateskop dan tensi. Setelah itu, dokter memberikan resep. Warga lantas menyerahkannya  ke apotek mobile yang juga sudah disediakan DNY. Lima petugas apotek siap melayaninya.

Setelah berobat, warga menukarkan kupon sembako di posko penukaran sembako dan santunan. Ada enam  relawan yang siap melayani warga di posko itu.  Warga menukarkannya dan memperoleh bantuan sembako dan uang. Pembagian  tersebut  didasarkan  nama desa. Setiap desa memperoleh sekitar 60 sembako dan uang santunan.

Ada tiga dokter yang disiagakan untuk baksos DNY ini. Salah satunya dr Hananto. Dia tengah memeriksa seorang pasien/photo/rony-dny

Ada seorang ibu tua berbadan gemuk. Usai berobat, dia terlihat susah berjalan menuju ke posko penukaran sembako. Melihat itu, seorang relawan segera bergegas membantunya, menuntunnya berjalan ke posko. Dia memberikan kuponnya dan menerima sembako dan uang santunan.

Ketika mau pulang, si nenek ini tetap dibantu oleh relawan untuk berjalan. ”Nenek diantar siapa tadi?”,” tanya relawan DNY. ”Saya tadi dijemput orang-orang yang berkoas hitam,” katanya. Relawan  berkaos hitam itu memang relawan DNY.

”Ok nek. Tunggu di sini saja. Tunggu mobil jemputannya. Ini uang santunan dijadikan satu kresek dengan beras saja. Supaya tidak hilang,” kata relawan. ”Suwun nak yo,” balasnya.

Sekitar pukul 14.00, secara keseluruhan acara berakhir. Warga disabilitas dan dhuafa di empat desa sudah pulang membawa bantuan, paket sembako dan uang santunan dengan ceriah. ”Kami berharap acara baksos ini ada lagi di desa ini. Kami berdoa, usaha DNY lancar dan terus berbagi tanpa henti. Amin!” kata Suparlan seorang warga. (*)

 *Penulis adalah Wartawan Madya, PWI-Dewan Pers