Pandemi, Dua Mahasiswa FH UNEJ, Tetap Berbagi Dari Uang Saku Pribadi

633
Seorang mahasiswa FH Unej, Valiant tengah membagikan nasi bungkus kepada para tukang becak dan pemulung di sekitar kampus Unej Tegalboto, Jember/foto/pijaronline-ruf

Jember-Pijaronline-net-Di tengah pandemi, sempatkan berbagi. Meski nilainya kecil tapi yang terpenting aksi peduli dan semangat berbagi. Itu karena dana untuk berbagi dari uang saku pribadi.

Itulah yang dilakukan oleh dua mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Jember (UNEJ), Valiant Alfarizy dan Lintang Anshori. Keduanya duduk di semester 7. Valiant di FH Jurusan Pidana dan Anshori, Jurusan Perdata.

Mereka berdua dengan naik motor membagikan 30 nasi bungkus ke tukang becak dan pemulung di sekitar Kampus UNEJ Tegalboto,Jalan Kalimantan, Jember, Kamis (05/11) siang.

Keduanya teman akrab asal Sidoarjo dan Gresik. Dan saat ini tengah menyelesaikan skripsi-nya. Di tengah bimbingan skripsi, ada kekosongan waktu sejenak untuk berbagi.

”Kami berdua tengah bimbingan skripsi. Ada waktu kosong, dan kami sempatkan untuk berbagi 30 nasi bungkus. Kecil sih. Kami kasihan kepada tukang becak dan pemulung yang tua di sekitar kampus,” kata Valiant didampingi temannya Lintang.

Seorang mahasiswa FH Unej, Lintang Anshori tengah memberikan bantuan nasi bungkus kepada para  pemulung di sekitar kampusnya. Dia melakukan itu bersama temannya Valiant/foto/pijaronline-ruf.

Dana untuk pembelian nasi bungkus itu dari uang sakunya pribadi. Uang saku ada kelebihan dan disisihkan untuk berbagi. ”Kami belikan 30 nasi bungkus dan air mineral. Meski bantuan kami kecil, tapi kami berharap ini bermanfaat,” kata Lintang menambahkan.

Nasi bungkus dan air mineral terbeli kemudian dimasukan tas kresek masing. Nasi itu dimasukan bagasi jok sepeda motornya masing-masing. Dan, pukul 13.00, mereka berburu tukang becak dan pemulung untuk disalurkan bantuannya.

Nasi bungkus yang dibeli dari uang saku pribadi siap dibagikan/foto/pijaronline-ruf.

Siang itu, hujan deras mengguyur tapi dua pemuda ini tetap melanjutkan aksi baiknya. Mereka kemudian menemukan pak tukang becak dan pemulung. Mereka segera membagikan nasi bungkus dan air mineral. “Terima kasih, nak,” ucap pak tukang becak.

Mereka terus saja membagikan nasi bungkusnya. Sekitar 30 menit, 30 nasi bungkus dan air mineral habis terbagikan. Mereka legah dan bahagia.

”Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan lebih besar lagi. Dan, bisa menjadi kegiatan rutin bila kami berlebih.Amin,” kata Valiant yang juga menyukai traveling dengan motor N Max kesayangannya.

Mereka berharap virus selalu berbagi meski kecil bisa menular ke rekan-rekan sesama mahasiswa. ”Kami melatih diri berbagi meski kecil. Supaya kami peka dan peduli terhadap kehidupan orang-orang sekitar,” pungkas Lintang. (ruf)