Pasokan Seret, Harga Cabai di Kabupaten Mojokerto Melonjak

364
Pedagang cabai di Pasar Brangkal mengeluhkan kenaikan harga cabai.

Mojokerto, Pijaronline.net – Musim hujan yang sedang melanda wilayah Mojokerto dan sekitarnya, berdampak pada melonjaknya harga beberapa jenis cabai  di beberapa pasar. Pengaruh dari musim hujan membuat pasokan cabai dari petani menjadi  berkurang. Harga pun naik karena  langkanya komoditi cabai tersebut.

Para pedagang cabai di pasar-pasar mengeluh dengan kenaikan  harga cabai. Dengan kenaikan harga beli cabai digrosir membuat para pedagang di pasar mengalami kesulitan menjualnya. Mereka  menyebutkan harga cabai keriting (besar) yang biasanya Rp 30 ribu per kilogram, pada saat ini naik menjadi Rp  Rp 50 ribu per kilogram.

Harga cabai rawit merah juga cenderung meningkat. Pada saat ini dijual Rp 50 ribu per kilogram.  Biasanya sekitar Rp 35 ribu atau Rp 45 ribu karena harganya naik turun. Hal tersebut disebabkan para pedagang di pasar saat beli di pedagang besar mengalami kenaikan yang tajam. Kalau harga cabai hijau, relatif normal  beli dan jualnya.

Salah satu pedagang Pasar Brangkal, Dillah (50) mengatakan, dengan kenaikan tajam harga cabai membuat para pedagang membelinya di pedagang besar. Mereka mengalami kesulitan untuk melayani ibu ibu yang berbelanja  di pasar.

“Melayani pembeli di pasar yang didominasi para ibu membutuhkan kesabaran,” katanya, Selasa (7/1).

Menurutnya, kebanyakan, mereka menawar cabai dengan harga lebih rendah dari harga saat dia beli di.pedagang besar. Banyak yang membatalkan tidak jadi beli, saat mengetahui harga cabai tersebut. “Saya juga mengalami kesulitan saat memasarkannya,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala UPT Pasar Brangkal, Fatkhur menjelaskan, hujan, termasuk terjadinya banjir tidak mungkin dihindari. Hal ini membuat harga tidak stabil karena  stoknya tidak ada.

Para pengelola pasar selalu memaksimalkan atau optimalisasi terkait dengan harga, agar tetap standar sesuai harapan masyarakat .

“Dengan cuaca yang masih ekstrem, permasalahan ini tidak hanya di Mojokerto, namun juga daerah lainnya.  Terpenting adalah kebutuhan sembako dan komoditi sayur mayur serta jenis cabai tetap tercukupi di masing-masing pasar,” katanya.(dan)