Pelanggar Jam Malam PSBB Sidoarjo Tinggi, Dua Hari 500 Orang Dirazia

590

Sidoarjo, Pijaronline.net –Dalam dua hari razia jam lam  PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Sidoarjo, terjaring 500 pelanggar. Ini berarti angka pelanggaran jam malam masih tinggi.

Para pelanggar itu di-rapid test.  Dari total itu, ada sembilan oeang yang positif Covid-19. Dan, pelaksanaa PSBB di Sidoarjo tinggal  empat hari lagi. Namun pelaksanaan PSBB belum menunjukkan hasil yang signifikan. Penyebabnya kesadaran masyarakat masih kurang.

“Namun, evaluasi tetap berjalan, tingkat pelanggaran masih tinggi terutama jam malam. Sanksi administrasi bagi yang melanggar sudah dilakukan, namun untuk pelanggar pribadi sanksi akan disipakan oleh rekan-rekan dari kepolisian. Seperti yang terjaring razia kemarin ada yang pulang dengan jalan kaki dan ada yang di- sanksi dengan push up”, kata Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, Rabu (6/5).

Lebih lanjut Nur mengatakan, pihaknya mencatat masih rendahnya kesadaran masyarakat. Untuk itu penyebaran informasi perlu ditingkatkan lagi agar masyarakat sadar kalau penanganan Covid ini harus dilakukan bersama-sama dengan cara mematuhi aturan PSBB”, tambahnya.

Sedangkan untuk pengaturan jam buka – tutup pasar sudah dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo. Jam tutup  Pasar Porong misalnya akan dikurangi.

Namun jam buka operasional kembali normal seperti biasanya.  Kebijakan jam buka ini diambil Pemkab Sidoarjo menyusul sejumlah pedagang di Pasar Porong melakukan protes.

“Sedangkan pasar yang masuk zona merah disebabkan adanya pedagang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19, kami sudah melakukan tracing. Di antaranya Pasar Krian dan Pasar Larangan. Kami akan memperketat protokol kesehatan,” ujarnya. (ary)