Proyek Drainase di Mojokerto Mangkrak

353
Proyek pembuatan saluran air di Lingkungan Kedungsari yang mangkrak.

Mojokerto, Pijaronline.net – Lagi-lagi masyarakat jadi korban proyek kisruh. Gara-gara proyek drainase dan peningkatan jalan yang tak tuntas, warga di Lingkungan Kedungsari, RT 1 RW 3, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, tersandera.

Sejumlah warga kini tak bisa beraktivitas normal lantaran drainase baru yang berada di tengah jalan di lingkungan tersebut ditinggalkan oleh rekanan pokja Pemkot Mojokerto.

Celakanya lagi, sejak adanya saluran baru ini beberapa rumah warga terancam terkena banjir tiap hujan tiba. Pasalnya, pelaksana tak meneruskan pekerjaan pembuatan saluran baru berukuran setengah meter tersebut ke drainase yang terletak di Jalan Raya Kedungsari. Saluran u-gutter-nya pun masih dibiarkan melongo. Praktis, air meluap ke jalanan dan hampir memenuhi rumah warga akibat saluran lama yang sempit belum dikerjakan.

Yang lebih mengerikan lagi, kualitas material u-gutter yang digunakan sangat dipertanyakan. Sebab, baru beberapa bulan banyak yang sudah rusak. Untuk pavingisasi pun demikian. Pelaksana hanya menumpuk begitu saja paving yang lama.

Tak hanya itu, dua kontraktor proyek tahun 2019 tersebut sama-sama gagal menuntaskan garapannya karena masa pelaksanaan sama-sama habis.

Tidak ada papan informasi proyek di tempat tersebut. Namun dari informasi yang didapat awak media, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Dut P dengan nilai kontrak Rp 2 miliar lebih. Rekanan tersebut mendapat pekerjaan membuat saluran drainase dengan u-gutter. Sedangkan untuk pekerjaan peningkatan jalan aspal dan paving, dipegang oleh CV Risk J dengan kontrak senilai Rp 1 miliar lebih.

Soal besaran kedua proyek yang bersumber dari dana kelurahan tersebut masih belum terkonfirmasi. Sebab, baik Lurah Gunung Gedangan Achmad Fathoni maupun sekretaris kelurahan tidak berada di tempat ketika ditemui. Menurut beberapa stafnya, lurah tengah mengikuti paparan hukum bersama kejaksaan dan KPK di Surabaya. Sedangkan sekretaris tidak masuk kerja karena sakit.

Sementara itu, akibat terlantarnya proyek akhir tahun 2019 tersebut warga RT 1 jengah. Minarti seorang warga setempat mengungkapkan sejumlah warga terimbas banjir dan tak bisa beraktivitas normal.

“Air hujan dari sawah meluber ke jalan. Rumahnya Bu Karwati bahkan nyaris terkena luapan air yang deras tersebut karena drainase menyempit ke got yang belum dikerjakan,” keluhnya.

Ia menuturkan, sebelum adanya proyek tersebut daerah tersebut tak pernah banjir. “Sini tidak pernah banjir, karena proyek ini malah kita kena banjir,” terangnya.

Sementara itu, Karwati yang rumahnya tepat berada di tikungan saluran tersebut membenarkan dampak proyek tersebut. “Air luapan dari saluran ini mau masuk rumah Mas. Luapan air karena pembuatan saluran air tidak selesai,” tandasnya.

Ia memaparkan, karena proyek tersebut warga sekitar yang memiliki kendaraan bermotor kesulitan beraktivitas. “Sulit, karena jalannya sempit. Apalagi Pak Budi, yang punya mobil malah tidak bisa mengeluarkan kendaraannya,” keluhnya.

Tak hanya itu, jalanan di daerah tersebut sulit diakses karena berkubang lumpur. Hingga kini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya proyek ini.(dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here