Prudential Kenalkan PRUTop dan PRUTop Syariah

431
President Director Prudential Indonesia Jens Reisch (kanan) bersama Head of Product Development Prudential Indonesia Himawan Purnama. (Foto: Rizky)

Surabaya, Pijaronline.net – Permasalahan kesehatan dewasa’ ini makin kompleks dan nyata. Masyarakat harus waspada dan siap menghadapinya.  Secara global WHO mengategorikan masalah kesehatan hingga mencapai lebih dari 8 ribu jenis. Indonesia pun tak lepas dari bahaya kesehatan tersebut.

“Kita harus siaga menghadapi kemunculan penyakit-penyakit baru. Para ahli memperkirakan Iima penyakit baru pada manusia muncul tiap tahun. Tiga di antaranya bersumber dari binatang. Apalagi rata-rata usia penduduk Indonesia adalah berada di usia produktif,” ungkap dr Chandra Wijaya dari Siloam Hospitals Surabaya.

Sementara di Jawa Timur berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan beberapa prevalensi penyakit tidak menular di Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional.  Seperti penyakit stroke 12,4 persen (rata-rata nasional 10,9 persen), kanker 2,17 persen (rata-rata nasional 1,79 persen), dan diabetes melitus 2 persen (rata-rata nasional 1,5 persen).

Menghadap masalah ini, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membuat terobosan baru, yakni memperkenalkan PRUTotal Ciritical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Ciritical Protection Syariah (PRUTop Syariah).

“Asuransi kondisi kritis saat ini terbatas pada diagnosis jenis penyakit. PRUTop dan PRUTop Syariah menawarkan konsep baru perlindungan kondisi kritis yang berfokus pada perawatan, tindakan, atau ketidakmampuan permanen yang terjadi akibat kondisi kritis,” ungkap Head of Product Development Prudential Indonesia Himawan Purnama, Rabu (15/1).

Menurutnya, masyarakat yang berusia 6-65 tahun dapat menikmati perlindungan ganda jangka panjang secara total hanya dengan menambahkan atau membeli paket PRUTop dan PRUTop Syariah.

Dr Chandra juga menambahkan, penyakit kritis dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. “Sebaiknya masyarakat tidak terpaku menghindari hanya satu penyakit tertentu saja,” katanya.

Menurutnya, berbagai masalah kesehatan dapat bertambah akibat banyak faktor. Seperti lifestyle (gaya hidup), globalisasi, hingga perubahan iklim. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengantisipasi ancaman penyakit kritis dengan mengubah gaya hidupnya dan menyadari mahalnya kesehatan.

Sementara, President Director Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, selama kehadiran 25 tahun di Indonesia, Prudential senantiasa meningkatkan komitmen untuk menjadikan masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan lebih lama melalui program solusi perlindungan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.

“Kami menyadari kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan yang makin dinamis. Kami berinovasi dengan meluncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah yang merupakan rangkaian solusi asuransi yang melindungi masyarakat dari kondisi kritis secara total,” tukasnya.(dan)