PSBB Diperpanjang 25 Mei, Sanksi Tidak Bisa Urus SKCK dan SIM Selama 6 Bulan

2069
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (foto istimewa).

Surabaya, Pijaronline.net– PSBB Surabaya Raya yang akan berakhir pada 11 Mei ternyata resmi diperpanjang sampai Senin (25/5). Surabaya Raya meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.

Perpanjangan PSBB dilakukan karena penyebaran virus Corona di Surabaya Raya dinilai masih masif. Selain itu, masa inkubasi Covid-19 bisa di atas 14 hari.

“Tadi kita sudah rapat ada Bu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sekkota Surabaya, Plt Bupati Sidoarjo, Bupati Gresik, dan jajaran Forkopimda Jatim, disetujui bahwa ada perpanjangan PSBB di Surabaya Raya,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5)

Dalam rapat itu, Khofifah menjelaskan hasil kajian bahwa ada 70 persen infeksi COVID-19 yang bertahan di tubuh manusia selama lebih dari 14 hari. Selain itu dari hasil evaluasi, penyebaran virus masih terjadi secara masif.

“Ditelaah dari sisi epidemiologi tidak cukup PSBB 14 hari,” jelas Khofifah.

“Selain itu ada evaluasi PSBB, maka sama-sama kita menyetujui akan ada perpanjangan PSBB di Surabaya Raya. Dimulai dari 12 Mei sampai 25 Mei. Jadi kira-kira seperti itu,”lanjutnya.

Sebelumnya, PSBB di Surabaya Raya telah dilakukan sejak 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020. “Karena tahap 1 selesai 11 Mei, kita perpanjang di tahap 2 ini mulai 12 Mei. Dan, pada PSBB tahap 2 ini, ada sanksi pada pelanggar. Mereka tidak akan bisa mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan SIM selama kurun waktu 6 bulan. Jadi harus dipatuhi,” pungkas Khofifah.(ruf/ary/det)