Rekor Vaksin Sekitar 3000 Tapi Tetap Bugar

417

Sekilas Vaccinator dr Berlian Aniek Herlina,MPsi

Oleh: Mochamad Makruf

Di masa pandemi Covid, sebagian besar tenaga kesehatan (nakes) dokter dan perawat rentan terpapar Covid. Itu karena setiap hari, mereka bergelut merawat  pasien Covid dan melakukan vaksinasi. Adalah  berkah bila ada seorang dokter yang bergelut dengan Covid  setiap hari, kondisinya masih  bugar. Dia adalah dr Berlian Aniek Herlina, MPsi. Apa rahasia kebugaran owner Klinik Layar Husada, Sukorejo, Buduran ini? 

USIANYA sudah tidak mudah lagi. Badannya agak gemuk sedikit dan berkaca mata. Tapi bila bicara soal kegesitan atau trengginas-nya jangan ditanya. Tiga perawat muda anak buahnya bukan tandingannya. Dia bisa bertahan mem-vaksin masyarakat sampai dua shift kerja. Padahal, para perawat yang membantu pekerjaannya harus bergantian.

dr Berlian Aniek Herlina, MPsi

Alhamdulilah, sampai saat ini, Berlian masih sehat dan bugar. Belum pernah sekali pun terpapar Covid. Dia pun juga tidak ingin terpapar. Meski demikian, untuk tetap menjaga kliniknya bebas Covid, dia harus ekstra disiplin alias cerewet terhadap siapa pun agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

”Ayo yang tidak berkepentingan di luar klinik saja. Jaga jarak dan pakai masker. Bila tidak pakai masker,  saya usir dari klinik!” teriak Berlian. Suara lantang itu kerap terdengar di klinik. Bila orang tidak mengenalnya, dikira dokternya jahat. Padahal tidak. Dia orang yang baik hati.  Para pasien langganan klinik pun juga sudah terbiasa dengan suara lantangnya.

“Saya itu orangnya disiplin. Apalagi urusan dengan Covid. Disiplin. Jaga jarak, pakai masker dan hindari kerumunan. Itu yang penting. Jangan sampai klinik tempat untuk vaksin, malah jadi cluster Covid. Inikan tidak benar,” jelas Berlian.

Ketika penulis tiba di klinik untuk vaksin Sinovac kedua pada Sabtu (3/7), sempat diusir keluar klinik karena di dalam klinik sudah banyak orang. ”Ojok di dalam klinik. Banyak orang batuk-batuk. Di luar saja, nanti menunggu dipanggil perawat,” katanya. Penulis akhirnya memperoleh giliran di-vaksin kedua.

Mengapa vaksinasi penting di era pandemi? Berlian menjelaskan. Dalam dunia medis, dikenal kata promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Promotif diartikan sebagai peningkatan kesehatan atau promotion of health.

“Promotion of health diartikan peningkatan kesehatan. Caranya bagaimana? Melalui asupan gizi seimbang, olahraga teratur, relaksasi yang bertujuan agar orang tetap sehat dan tidak terserang penyakit. Promosi kesehatan juga melalui memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Bagaimana hidup sehat dan terhindar dari penyakit,” jelasnya.

Sedangkan, preventif adalah pencegahan penyakit lebih baik dibanding mengobati. “Karena, preventif biayanya lebih murah. Pada masa sebelum sakit, mempertinggi nilai kesehatan, memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit,” ungkapnya.

Dokter Berlian ketika melakukan vaksinasi anti Covid-19 kepada seorang pasien di kliniknya, Layar Husada, Sidorejo, Buduran, Sidoarjo/foto/makruf-pijaronline.net

Sementara, kuratif diartikan sebagai pengobatan. Kuratif  kesehatan adalah upaya kesehatan untuk mencegah penyakit lebih parah melalui pengobatan. Pada masa sakit, aksi kuratifnya  mengenal penyakit pada tingkat awal dan segera memberi pengobatan yang tepat–sehingga penderita tidak sakit sampai parah atai akut.

“Kuratif juga untuk menghilangkan kecacatan. Gangguan yang bisa menimbulkan kecacatan bisa dilakukan pengobatan yang tepat. Sehingga pasien bisa sembuh dan  normal kembali,” jelasnya.

Terakhir, rehabilitasi adalah pemulihan. Upaya kegiatan memulihkan bekas pasien agar bisa berinteraksi secara normal di dalam masyarakat. Rehabilitasi itu antara lain ada rehabilitasi fisik, mental, sosial vokasional dan aesthetis.

“Di era pandemi ini, masyarakat harus makan makanan bergizi,harus tetap di dalam rumah dan selalu menerapkan protokol kesehatan ketat dan segera divaksin. Ini semua adalah upaya promotif dan prenventif. Ini harus dikampanyekan terus menerus, supaya masyarakat terhindar dari Covid” jelasnya.

Vaksinasi anti Covid sendiri di Indonesia dimulai pada Februari 2021. Sejak itu, klinik layar Husada sudah melakukan vaksinasinya untuk usia lanjut 50 tahun ke atas, pegawai pelayanan publik (public service), dan media.

Namun, saat itu, masih banyak orang-orang usia lanjut (lansia) ogah-ogahan divaksin. Mereka diduga termakan berita-berita hoax terkait vaksin. Pergerakan vaksinasi masyarakat khususnya lansia pun melamban. Dinas Kesehatan Sidoarjo meminta vaksinasi harus di-push lagi.

“Maka untuk percepatan vaksinasi Klinik Layar Husada menjalankan program  bawa dua orang lansia gratis usia muda. Program direspon baik oleh para anak muda. Mereka mencari orang-orang lansia untuk bisa divaksin dan bonus dirinya,” jelas Berlian.

Berlian pun kebanjiran WA dari para anak muda yang berterima kasih sudah di-vaksin.

”Terima kasih dok. Saya sudah dapat vaksin pertama. Saya sangat senang sampai KTP saya tertinggal,” tulis WA  seorang anak muda usia divaksin di Layar Husada

“Dok, pagi ini, saya bawa empat lansia dua anak muda. Banyak dok..teryata peminatnya.  Rasa capek mencari orang untuk divaksin hilang. Melihat mereka sudah divaksin. Saya layak jadi duta vaksin kali dok,” tulis WA seorang anak muda lain lagi.

Menurut Berlian, vaksinasi sangat penting. Itu harus difahami. Karena Indonesia harus mengejar herd immunity atau kekebalan komunitas. Bila herd immunity tercapai  korban meninggal akibat Covid bisa dikurangi. “Herd immunity terbentuk bila 70 persen dari total penduduk sudah tuntas  di-vaksin dengan dua dosis,” jelasnya.

Setelah PPKM  Darurat diberlakukan pada Sabtu (3/7), permintaan vaksin kepada klinik Layar Husada miliknya pun meningkat.  Dia dan tim medis klinik kerja keras mem-vaksin masyarakat di dalam maupun luar klinik.

Pada Selasa (6/7), dia dan timnya serta klinik lain melakukan vaksinasi di halaman Apartemen Prospero, Perumahan Kahuripan. Sekitar 500 orang warga perumahan dan apartemen divaksin di halaman apartemen. Dan, sejak Februari sampai Juli ini,  hampir setiap hari klinik mem-vaksin 100 sampai 200 orang, belum lagi di luar klinik.  “Bila ditotal sampai hari ini, saya sudah mem-vaksin sekitar 3000 orang,'” jelasnya.

 KUNCI KEBUGARAN

Namun sampai saat ini, Berlian terlihat bugar. Apa rahasianya? “Saya makan juga biasa. Tidak ada suplemen khusus. Ya..paling minuman vitamin C 1000. Tapi kunci terpenting  adalah bekerja ikhlas dan happy saja. Bila kerja ikhlas dan senang bisa memunculkan hormon endorfin. Endorfin karena kita merasa senang  dan bisa meningkatkan imun tubuh.

Namun bila kita cemas, depresi dan khawatir maka akan muncul hormon kortisol yang berakibat pada penurunan imun. ”Karena itu bila bekerja kita enjoy saja. Dan jangan merasa tertekan atau depresi. Ini bahaya di era pandemi,” ujarnya.

Dia dan tim kliniknya berdoa terus diberi kesehatan dan selalu bugar. Sehingga mereka bisa melakukan vaksinasi terus sampai tercipta herd immmunity di Sidoarjo khususnya, Jawa Timur, dan nasional. ”Hidup itu harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Itu yang penting,” tegasnya. (*)

Penulis adalah Wartawan Madya PWI-Dewan Pers

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here