Sidoarjo Optimis Kuning, Yustisi Terus Digelar, Terjaring 5.600 Pelanggar

378
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono (ketiga dari kiri) dan Anggota DPR RI Komis XI, Indah Kurnia, dan para pengurus Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD). (Foto: Istimewa)

Sidoarjo-Pijaronline.net– Sidoarjo sangat intens melakukan operasi yustisi. Dalam operasi tersebut total tercatat ada 5.600 pelanggar terjaring razia. Total pelanggar ini tertinggi di Jawa Timur. Itu karena Sidoarjo memiliki target menuju ke zona kuning.

Demikian seperti  paparan  Pj  Bupati Hudiyono di depan Anggota DPR RI Komisi XI, Indah Kurnia dan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) pada acara Workshop, Monitoring dan Evaluasi Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Sidoarjo dengan tema “ Pengelolaan Dana Desa yang Cepat, Tepat dan Terpadu sebagai Upaya Penanganan Dampak Covid-19”,  Selasa, (13/10) di Pendopo Delta Wibawa.

“Sebelum  operasi yustisi, kita lakukan edukasi dulu.  Setelah itu,  kita kroscek di rumah sakit. Hasilnya, operasi yustisi  secara masif memiliki dampak signifikan.  Tingkat penyebaran Covid-19 menurun . Bisa dilihat jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan menurun. Dalam seminggu ke depan,  hasilnya akan kelihatan.  Semoga Sidoarjo  berubah jadi zona kuning”, kata Hudiyono.

Jika nanti sudah normal, kegiatan sosial jalan dan kegiatan pendidikan berjalan.Dan,  yang paling penting saat Covid-19 bisa meningkatkan kompetensi pendidikan karakter atau perilaku. Maka, nanti bila  sudah zona kuning kita bisa membuka sekolah tatap muka cukup masuk 20 persen.

“Di situlah anak-anak teruji melaksanakan nilai-nilai karakter, praktek. Begitu masuk kelas cuci tangan dan pakai masker, jadi pendidikan karakter itu tidak hanya diteorikan”, uajr Hudiyono.

Hudiyono minta mulai camat, lurah/kades dan RT/RW aktif turun ke bawah  bergerak secara massal bersama-sama mengajak warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

Penanganan Covid-19 di Sidoarjo juga dengan cara pendekatan spiritual, “ Bu Indah di Sidoarjo ini pendekatannya bukan hanya scene.  Kemarin para kyai datang ke sini mendukung sekali untuk pencegahan Covid ini dengan spiritual, dengan penguatan tauhidnya, seimbang nanti”, pungkasnya. (ruf/kom)