Sidoarjo: Rate of Transmission Covid-19 Sempat Turun

462
Tim Advokasi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Windhu Purnomo ketika bertemu Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin di pendopo Delta Wibawa. (foto by ary)

Sidoarjo, Pijaronline.net – Rate of Transmission (RT) atau tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan. Namun,  kondisi Covid-19 masih belum terkendali.

Demikian seperti dikatakan inisiator Tim Advokasi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya,  Dr. Windhu Purnomo  ketika bertemu Wakil Bupati Sidoarjo,  Nur Ahmad Syaifuddin di pendopo Delta Wibawa,  awal pekan lalu.

Lebih lanjut Windhu mengatakan  RT Covid-19 di Sidoarjo selama enam hari berturut-turut turun sampai di bawah  satu. Hari ini sudah mencapai 0,5.   Ini akan terus diamati konsistensi sampai 14 hari .  Apakah RT tersebut tetap stabil atau tidak.

Menurut kajiannya, peta epidemi Covid-19 di Sidoarjo sendiri masih sangat dinamis. Pada Minggu ini angka  penyebaran Covid-19 di Sidoarjo naik kembali pada tingkat resiko tinggi (merah). Meski sebelumnya selama satu minggu sempat turun berada pada resiko sedang (orange).

“Jadi secara umum pandemi Covid-19 di Sidoarjo belum terkendali. Meski ada satu dua indikator epidemiologi  yang memberi harapan,”ucapnya.

Windhu berharap  Sidoarjo bisa menekan angka kematian Covid-19. Dengan begitu angka kesembuhan akan semakin tinggi. Dikatakannya apabila angka kematian turun sampai 5 persen maka angka kesembuhannya juga akan merangkak naik.

Windhu menyampaikan, yang terpenting angka kematian harus diturunkan. Targetnya turun sampai 2 persen. Dari kajiannya resiko kematian positif Covid-19 atau Case Fatality Rate (CFR) di Sidoarjo masih lebih tinggi dari nasional namun lebih rendah dari Provinsi Jawa Timur.

Angka CFR nya 6 persen. Untuk itu dirinya merekomendasikan Pemkab Sidoarjo menyediakan RS lapangan atau RS darurat untuk penderita dengan gejala ringan.

“Kalau nanti kita berhasil, misalnya Sidoarjo berhasil menurunkan menjadi katakanlah tidak sampai 2 persen, 3 persen, nanti nunggu saja, nanti kesembuhannya jadi 97 persen,”lanjutnya.

Sementara itu,  Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin berharap RT Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo dapat tetap bertahan. Minimal 14 hari kedepan akan tetap sama. Dirinya mengatakan tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo juga mencapai 59 persen.  Sedangkan angka kematian 6 persen.

“Upaya pencegahan penularan Covid-19 akan terus dilakukan, Patroli tetap dilaksanakan. Begitu juga dengan keberadaan kampung tangguh akan terus digiatkan, diperkuat bahkan kalau perlu diperluas. Dan yang terpenting protokol kesehatan diangkat tinggi-tinggi.” ungkap Wabup.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Pilkades (pemilihan kepala desa), Pemkab Sidoarjo akan berusaha untuk melaksanakan  September tahun ini. Namun pelaksanaannya tidak 6 Sepetember seperti yang kemarin dijanjikan. Namun dirinya memastikan pelaksanaannya sebelum  20 September. Hal tersebut sesuai petunjuk Kapolresta Sidoarjo agar pelaksanaan Pilkades tidak di atas, 20 September.

“Kami juga ingin bantuan dari seluruh masyarakat, jangan menuntut segera-segera tetapi tidak melakukan apa-apa, Insya Allah,  Pilkadesnya akan kami laksanakan pada bulan September,”ujarnya.

“Diharapkan semua konsekuen untuk menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan Pilkades di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dengan begitu perkembangan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo akan tetap landai,” pungkasnya. (ary)