Usai Tarawih, 123 Jamaah Masjid Al Ikhlas Bluru Rapid Test, 6 Reaktif

631
Para jamaah perempuan Masjid Al Ikhlas Bluru Permai menjalani rapid test.

Sidoarjo, Pijaronline.net-Petugas Polresta Sidoarjo dan instansi terkait menggelar rapid test sebanyak 123 jamaah tarawih di Masjid Al Ikhlas Perumahan Bluru Permai, Kecamatan Sidoarjo Kota, Rabu (6/5) malam. Hasilnya, mengejutkan 6 jamaah dinyatakan reaktif.

Mereka terdiri 2 perempuan dan 4 lelaki. Mereka akan menjalani isolasi di gedung BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Sidoarjo. Rapid test itu sendiri sebagai deteksi awal terinfeksi Covid-19. Kepastian mereka konfirm atau positif Covid-19 masih menunggu hasil swab test.

Video pemeriksaan para jamaah itu beredar di WAG. Terlihat para jamaah usai menjalani tarawih, bergantian menjalani rapid test di halaman masjid.

Jamaah tarawih lelaki Masjid Al Ikhlas Bluru Permai juga menjalani rapid test. Hasilnya, 6 orang reaktif, 2 perempuan dan 4 lelaki.

Para petugas medis berpakaian hazmat suit menggelar rapid test secara terpisah, jamaah perempuan dan lelaki tersendiri. Terlihat jamaah baik perempuan dan lelaki sangat kooperatif ketika dirapid test petugas medis. Petugas Polresta Sidoarjo dan instansi terkait mengawasi proses pelaksanaan rapid test tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji membenarkan  enam orang tersebut akan menjalani isolasi di gedung BKD  Sidoarjo. ”Besok (hari ini), mereka akan jalani tes swab. Bila hasilnya positif, mereka harus menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.

Dari data Dinas Kesehatan Sidoarjo per Rabu (6/5), kecamatan Sidoarjo kota menempati posisi pertama sebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Data, ODP:224, PDP: 29, dan Konfirm ; 27 orang.

Sidoarjo Kota memiliki 22 kelurahan dan desa. Dari 22 desa itu, jumlah ODP tinggi ada di 7 desa. Salah satunya Desa Bluru Kidul, 24 ODP. Dan, di desa ini juga positif Covid-19, 5 orang. Tertinggi. Enam desa ODP tinggi lainnya, Kemiri : 22, Magersari: 33, Pucang: 17, Sidokare: 21, Suko: 24, dan Urangagung: 17.

Posisi kedua confirm/ positif tinggi, Kelurahan Sidoklumpuk, yakni 4 orang. Namun ODP-nya hanya 7 orang.

Analisa, data ODP tinggi biasanya desa padat penduduk dan sebagian besar warga urban. ODP tinggi tidak berbanding lurus dengan jumlah konfirm.

Tapi bila ODP kecil dan konfirm tinggi masuk kasus khusus. Bisa jadi carrier-nya semula pernah menjalani perawatan di rumah sakit (RS), dan terinfeksi Covid-19 di RS dan pulang menginfeksi anggota keluarganya. (ruf)