Wabup Sidoarjo Blusukan, Bantu Nenek Sebatang Kara

533
Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin ketika mengunjungi nenek Mesti yang hidup sebatang kara. Dia mengintruksikan nenek harus segera dirawat oleh keluarga atau Liponsos. (foto by ary)

Sidoarjo, Pijaronline.net – Seorang nenek, Mesti (80), warga Desa Gampang, RT.06, RW.02, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, hidup sebatang kara di rumahnya yang sederhana. Tak ada satu pun keluarga yang merawatnya. Bila makan, dia menunggu belas kasih tetangganya.

Sabtu, (2/5), Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin sidak ke rumah nenek tersebut.  Dia harus jalan kaki sekitar 300 meter dari jalan raya. Dia ke rumah nenek untuk memastikan kondisinya dan memberikan santunan uang tunai dan sembako.

Setibanya di lokasi, kondisi rumah si nenek tidak terurus. Selain itu, kondisi si nenek juga memprihatinkan. Pendengarannya pun sudah memburuk. Dia agak kesulitan bila diajak bicara.  Dengan kondisi seperti itu, tidak selayaknya si nenek hidup sebatang kara.

Cak Nur, sapaan Wabup, meminta kepada petugas Puskesmas Prambon untuk membersihkan badan si nenek, terutama kukunya yang panjang sudah lama tidak pernah dibersihkan.

“Sebenarnya Ibu Mesti ini masih punya keluarga. Keluarganya ada yang tinggal di Sukodono dan dekat sini. Saya berharap pihak perangkat desa bermusyawarah dengan pihak keluarga agar ada yang merawatnya”, ujar Cak Nur.

Bila memang tidak ada yang merawatnya,  perangkat desa dan keluarga bisa koordinasi dengan Dinas Sosial Sidoarjo untuk mengirim Bu Mesti ke Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) milik Pemkab Sidoarjo  di Jl. Sekolahan,  Sidokare,  Sidoarjo Kota.

‘’Di situasi pandemi Covid-19 dan ada penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), jangan sampai ada warga Sidoarjo yang tidak bisa makan.  Bila  ada warga yang tidak bisa makan karena kesulitan ekonomi, segera laporkan ke Dinas Sosial untuk ditindak lanjuti”, pungkas Cak Nur.(ary)